'ENTER TEXT HERE'
WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Sosialisasi Satuan Karya Widya Budaya Bakti

Oleh:
Dr. B. Lena Nuryanti Sastradinata, M.Pd
(Kwartir Nasional Gerakan Pramuka)
Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan kaum muda menjadi kader pembangunan yang bermoral Pancasila dan berperanserta dalam membangun masyarakat, bangsa, dan negara perlu membekali anggotanya dengan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang pendidikan dan kebudayaan sebagai salah satu bagian terpenting dalam pembangunan nasional;
Mandat Inti
“Mendidik dan Melatih Anak Muda”
Satuan Karya ( SAKA)
adalah organisasi pendukung GerakanPramuka sebagai wadah pendidikan dan pembinaan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan menambah pengalaman para pramuka penegak dan pramuka pandega dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan. Saka juga memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupannya dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara sesuai denganaspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan sertapeningkatan ketahanan nasional.
Saka Widya Budaya Bakti
  1. Munas Gerakan Pramuka Tahun 2013 telah menetapkan
  2. pembentukan Satuan Karya Pramuka (Saka) Widya Budaya Bakti
  3. sebagai wadah pembinaan kaum muda dalam memberikan
  4. keterampilan khusus di bidang pendidikan dan kebudayaan;
Arti Satuan Karya Pramuka Widya Budaya Bakti 
Satuan Karya Pramuka (Saka)
Widya Budaya Bakti yang merupakan sarana dan wahana guna memupuk,mengembangkan, membina dan mengarahkan minat dan bakat generasi muda
terhadap peran pendidikan masyarakat dan pelestari budaya bangsa khususnya anak usia dini, nonformal dan informal, seni dan film, tradisi, sejarah, nilai budaya, cagar budaya dan museum.
Fungsi
Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk:
  1. Wadah pembinaan, pengendalian dan pengembangan pengetahuan dan teknologi
  2. serta keterampilan di bidang Pendidikan dan Kebudayaan.
  3. Sarana untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif.
  4. Sarana untuk melaksanakan bakti kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
  5. Sarana untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembinaan Gerakan Pramuka.
Tujuan
untuk memberi wadah pendidikan bagi para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega serta pemuda Indonesia, diantaranya:
  • mengembangkan bakat, minat, pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan pengalaman dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • meningkatkan motivasi melaksanakan kegiatan nyata dan produktif
  • memberi bekal bagi kehidupan dan penghidupannya
  • memberi bekal bagi pengabdiannya pada masyarakat, bangsa dan negara guna menunjang pembangunan nasional sehingga dapat meningkatkan mutu dan taraf kehidupan serta dinamika Gerakan Pramuka, serta peranannya dalam pembangunan nasional.
Selain itu, Saka Widya Budaya Bakti adalah wadah kegiatan untuk meningkatkanpengetahuan dan keterampilan praktis di bidang Pendidikan dan Kebudayaan khususnya pendidikan anak usia dini, nonformal dan informal, seni dan film, tradisi,sejarah, nilai budaya, cagar budaya dan museum yang dapat diterapkan pada diri,keluarga, lingkungan dalam menciptakan lapangan pekerjaan.
Satuan Karya Pramuka (Saka) Widya Budaya Bakti yang merupakan sarana dan wahana guna memupuk,mengembangkan, membina dan mengarahkan minat dan bakat generasi muda terhadap peran pendidikan masyarakat dan pelestari budaya bangsa khususnya anak usia dini, nonformal dan informal, seni dan film, tradisi, sejarah, nilai budaya, cagar budaya dan museum.
Keanggotaan:
1.     Pramuka Penegak /Pandega dari GUDEP
2.     Pramuka Penggalang Terap.
3.     Pemuda berusia 14-25 tahun, dengan syarat khusus
Syarat untuk menjadi anggota:
  1. Mendapat izin dari orang tua/wali, Kepala Sekolah dan Pembina Gugusdepan
  2. Berusia antara 14-25 tahun
  3. Memenuhi syarat-syarat khusus yang ditentukan oleh masing-masing Saka (misalnya persyaratan mengenai kesehatan jasmani dan rohani, kemampuan dan kepantasan dsb).
  4. Bersedia untuk berperan aktif dalam segala kegiatan Saka
  5. Bersedia dengan sukarela mendarmabaktikan dirinya kepada masyarakat, dimanapun, serta setiap saat bila diperlukan.
  6. Seorang Pramuka dapat pindah dari satu bidang ke Saka lainnya bila telah mendapatkan sedikitnya 3 (tiga) buah TKK dan sedikitnya telah berlatih selama 6 (enam) bulan pada Saka tersebut
Gerakan Pramuka 
Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan kaum muda menjadi kader pembangunan yang bermoral Pancasila dan berperanserta dalam membangun masyarakat, bangsa, dan negaraperlu membekali anggotanya dengan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang pendidikan dan kebudayaan sebagai salah satubagian terpenting dalam pembangunan nasional;
7 Krida dalam saka widya budaya bhakti
  1. Krida Pendidikan Masyarakat, berisi materi pokok berupa keterampilan dalamteknik keaksaraan.
  2. Krida Anak Usia Dini, berisi materi pokok berupa keterampilan dalam menyiagakan dan menggalang kelompok sasaran program pendidikan anak usiadini.
  3. Krida Pendidikan Kecakapan Hidup, berisi materi pokok berupa keterampilan fungsional sebagai bekal hidup mandiri.
  4. Krida Bina Sejarah, berisi materi pokok berupa keterampilan menjadi narasumber teknis, pengaman, pemelihara, dan jasa wisata sejarah.
  5. Krida Bina Seni dan Film, berisi materi pokok berupa keterampilan menjadipegiat, pekerja, dan pengabdi seni dan film sesuai bidang masing-masing.
  6. Krida Bina Nilai Budaya, berisi materi pokok berupa keterampilan dalam bidang permainan tradisional, cerita rakyat, makanan tradisional, tradisi musyawarah.
  7. Krida Bina Cagar Budaya dan Museum, berisi materi pokok dalam bidang pelestari cagar budaya dan museum.
Tatakelola Pengembangan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
  1. KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan,  menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.
  2. KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia.
  3. KKNI terdiri dari 9 (sembilan) jenjang kualifikasi, dimulai dari Kualifikasi 1 sebagai kualifikasi terendah dan Kualifikasi – 9 sebagai kualifikasi tertinggi.
  4. Jenjang kualifikasi adalah tingkat capaian pembelajaran yang disepakati secara nasional, disusun berdasarkan ukuran hasil pendidikan dan/atau pelatihan yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja.
Peran SAKA  dalam Peningkatan Mutu SDM Nasional Berbasis KKNI
Bila setiap level kualifikasi  KRIDA DI DALAM SAKA dapat diraih dengan melalui jalur lain di luar selain alur pendidikan formal maka pendidikan non formal dalam hal ini gerakan pramuka dengan sakanya  maka saka harus lebih menunjukkan akuntabilitasnya dalam menghasilkan peserta didik sesuai dengan minat dan bakat  yang diinginkan dan saka  yang memprogramkan
Sasaran Saka Widya Budaya Bakti
  1. Mampu berperanserta secara aktif dalam mendukung kegiatan Pendidikan danKebudayaan di lingkungannya.
  2. Mampu dan mau menyebarluaskan kepada masyarakat tentang informasi danpengetahuan mengenai Pendidikan dan Kebudayaan.
  3. Memberikan latihan dan peranserta dalam mendukung kegiatan Pendidikan danKebudayaan kepada para pramuka di gugus depan.
  4. Menumbuh-kembangkan minat terhadap Saka Widya Budaya Bakti di setiap gugus depan dan pembentukan Saka Widya Budaya Bakti di setiap kwartir ranting/kwartir cabang di seluruh wilayah Republik Indonesia agar semakin majudan mandiri.
Harapan untuk gerakan pramuka
  • PRAMUKA SEMOGA SEBAGAI CERMINAN PENDIDIKAN SEBAGAI  ORGANISASI YANG BERTUJUAN UNTUK MEMBANGUN KARAKTER
  • GERAKAN PRAMUKA  BEKERJASAMA DENGAN SAKA –SAKA  DAPAT MENGHASILKAN SDM – SDM YANG UNGGUL
  • GERAKAN PRAMUKA DAN SAKA – SAKA MEMBUKA DIRI TERHADAR PERUBAHAN DAN BERORIENTASI MASA DEPAN
  • GERAKAN PRAMUKA DAN SAKA  MAU DAN MAMPU MEMBUAT PROGRAM  YANG SESUAI  DENGAN TUJUANNYA SEHINGGA MENGHASILKAN SDM YANG TANGGUH, KREATIF DAN MENULAR KEBAIKAN UNTUK MENCAPAI KEMULIAAN  GENERASI MASA DEPAN
  • GERAKAN PRAMUKA MENJADI WADAH SOLUSI KEGIATAN KAUM  MUDA
  • Sistim Penjaminan MUTU
Krida Saka Widya Budaya Bakti
  • Pendidikan  Masyarakat
  • Anak Usia Dini
  • Pendidikan Kursus
  • Bina Sejarah
  • Bina Kesenian
  • Bina Nilai Budaya
Kesimpulan
Saatnya berubah pola pikir dari apa yang akan diajarkan kepada kemampuan apa yang akan dimiliki peserta didik. Dalam mengikuti kegiatan di SAKA Kurikulum fleksibel dan otonomi  SAKA  namun harus tetap mengacu pada prinsip dasar  serta metodik kepramukaan sehingga dalam kegiatannya bisa disesuaikan dengan standar nasional sehingga bisa menjadi referensi dalam melamar pekerjaan.
Sumber:
Disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Saka Widya Budaya Bakti yang diselenggarakan oleh BPNB Bandung tanggal 28 – 29 Oktober 2014 di hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor – Sumedang
Share this article :

Label

1990 (11) 1991 (2) 1992 (19) 1993 (35) 1994 (1) 1995 (27) 1996 (11) 1997 (35) 1998 (25) 1999 (28) 2000 (20) 2001 (20) 2002 (12) 2003 (12) 2004 (7) 2005 (20) 2006 (1) 2007 (36) 2008 (17) 2009 (33) 2010 (37) 2011 (46) 2012 (37) 2013 (8) 2014 (21) 2015 (10) 2016 (12) aam masduki (12) ade MK (2) adeng (12) Agenda (24) agus heryana (13) Ani Rostiati (8) arsitektur tradisional (2) Artikel (78) bahasa (6) banceuy (1) bandar lampung (2) Banten (13) Bartoven Vivit Nurdin (1) Berita (136) Bimbingan (7) Bogor (1) budaya (194) Buddhiracana (15) Bunga Rampai (1) ciamis (6) Cianjur (3) cimahi (1) cirebon (11) dialog (9) Dibyo Harsono (6) DKI Jakarta (4) download (3) ekonomi (11) Endang Nurhuda (4) endang supriatna (7) enden irma (10) euis thresnawaty (8) Festival Kesenian Tradisional (2) folklore (4) Galery (6) Garut (10) gembyung (1) geografi sejarah (9) gua sunyaragi (1) halwi dahlan (6) hermana (9) herry wiryono (12) heru erwantoro (12) iim imadudin (9) Indramayu (5) Info (9) irvan setiawan (5) iwan nurdaya (1) Iwan Roswandi (6) jawa barat (33) Jurnal Penelitian (186) Kabupaten Bandung (4) kampung (1) kampung kuta (1) kampung mahmud (2) kampung naga (1) Karawang (3) kekerabatan dan organisasi sosial (10) keraton kacerbonan (1) keraton kanoman (1) keraton kasepuhan (1) kesenian (18) komunitas adat (6) Kuningan (1) Lampung (5) Lampung Utara (1) lasmiyati (12) lawatan budaya (4) lawatan sejarah (3) lebak (7) lina herlinawati (11) lomba penulisan (1) Majalengka (5) mapag sri (1) mitos (1) moh ali fadhillah (1) mumuh (1) museum (1) nandang rusnandar (14) naskah kuno (6) nina merlina (7) pakaian (3) Patanjala (97) Pembekalan Teknis Penelitian (1) Pembekalan Teknis Perekaman (2) Penayangan Film dan Diskusi Kebudayaan (10) pengetahuan (4) pengobatan (4) pengrajin (3) perikanan (2) perilaku manusia (1) peristiwa sejarah (11) permainan (3) Perpustakaan (332) peta budaya jawa barat (1) Purwakarta (2) religi (11) Resensi Buku (1) ria andayani (13) ria intani (10) Risa Nopianti (1) rosyadi (9) sejarah (75) sektor informal (5) Seminar Hasil Penelitian (2) Seminar Sejarah (1) Seminat Hasil Penelitian (1) seni pertunjukan (5) Serang (2) subang (7) Sukabumi (5) sumedang (5) Suwardi Alamsyah P (14) Tangerang (1) Tasikmalaya (7) teknologi (4) Tinjauan Buku (2) Tjetjep Romana (8) tokoh sejarah (1) toto sucipto (12) tradisi lisan (6) upacara tradisional (8) Video (3) WBTB (1) Yanti Nisfiyanti (9) yudi putu satriadi (12) Yuzar Purnama (13)
 

BPNB Jawa Barat - Copyright  © 2012 All Rights Reserved | Design by OS Templates Converted and modified into Blogger Template by BTDesigner | Back to TOP