'ENTER TEXT HERE'
WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Kajian Nilai Budaya Dalam Upacara Mapag Sri Di Desa Lelea

Oleh Yanti Nisfiyanti

Abstrak
Dewasa ini upacara tradisional mengalami banyak pergeseran yang disebabkan oleh pengaruh modernisasi di segala bidang kehidupan, antara lain masyarakat modern cenderung memilih kepraktisan untuk mencapai keefektikan waktu dalam melaksanakan sesuatu hal termasuk dalam penyelenggaran upacara. Namun demikian, tidak seluruhnya masyarakat Jawa Barat terpengaruh arus modernisasi, diantaranya masyarakat petani di Desa Lelea, Kabupaten Indramayu yang hingga kini masih menjalankan adat-istiadat leluhurnya. Setiap tahun para petani bersama tokoh masyarakat setempat menyelenggarakan upacara pertanian di antaranya Mapag Sri. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengungkap nilai-nilai yang terkandung dalam upacara Mapag Sri dengan metode deskriptif analitis. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam upacara Mapag Sri terkandung nilai-nilai kearifan yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia diantaranya memelihara tradisi bertani yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat pendahulunya. Penyelenggaraan upacara tradisional pada masyarakat Desa Lelea tampaknya masih dapat dipertahankan hingga kini dan masa yang akan datang mengingat kegiatan gotong-royong dan kepercayaan masyarakat masih kuat berakar dalam sendi-sendi kehidupan mereka. Selain itu, nilai-nilai kearifan tidak hanya bermanfaat bagi para petani, juga bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, untuk melestarikan nilai-nilai kearifan, maka upacara tradisional sebagai media sosialisasi nilai-nilai patut dipertahankan keberadaannya.

Kata kunci: upacara tradisional, nilai-nilai, kearifan, adat-istiadat.

Abstract
Traditional ceremony plays an important role in Desa (village of) Lelea, Kabupaten (Regency of) Indramayu even in today’s changing world. Modernization makes traditional ceremonies shift to a more simple one following a more practical and effective way of doing everything in modern world. But the peasant society of Desa Lelea do not seem to be influenced by the changing world around them. They have been performing their customs which were inherited from their ancestors. One of them is a ceremony called Mapag Sri (celebration of Sri, the rice goddess). The main goal of this research is to reveal wisdom values in Mapag Sri by using descriptive analytical method. The conclusion is that this ceremony is still important in human life as well as in preserving peasant traditions which were passed on for generations.

Keywords: traditional ceremonies, values, wisdoms, customs

Diterbitkan dalam Patanjala, Vol. 3 No. 3 September 2011
Share this article :

Label

1990 (11) 1991 (2) 1992 (19) 1993 (35) 1994 (1) 1995 (27) 1996 (11) 1997 (35) 1998 (25) 1999 (28) 2000 (20) 2001 (20) 2002 (12) 2003 (12) 2004 (7) 2005 (20) 2006 (1) 2007 (36) 2008 (17) 2009 (33) 2010 (37) 2011 (46) 2012 (37) 2013 (8) 2014 (21) 2015 (10) 2016 (12) aam masduki (12) ade MK (2) adeng (12) Agenda (24) agus heryana (13) Ani Rostiati (8) arsitektur tradisional (2) Artikel (78) bahasa (6) banceuy (1) bandar lampung (2) Banten (13) Bartoven Vivit Nurdin (1) Berita (136) Bimbingan (7) Bogor (1) budaya (194) Buddhiracana (15) Bunga Rampai (1) ciamis (6) Cianjur (3) cimahi (1) cirebon (11) dialog (9) Dibyo Harsono (6) DKI Jakarta (4) download (3) ekonomi (11) Endang Nurhuda (4) endang supriatna (7) enden irma (10) euis thresnawaty (8) Festival Kesenian Tradisional (2) folklore (4) Galery (6) Garut (10) gembyung (1) geografi sejarah (9) gua sunyaragi (1) halwi dahlan (6) hermana (9) herry wiryono (12) heru erwantoro (12) iim imadudin (9) Indramayu (5) Info (9) irvan setiawan (5) iwan nurdaya (1) Iwan Roswandi (6) jawa barat (33) Jurnal Penelitian (186) Kabupaten Bandung (4) kampung (1) kampung kuta (1) kampung mahmud (2) kampung naga (1) Karawang (3) kekerabatan dan organisasi sosial (10) keraton kacerbonan (1) keraton kanoman (1) keraton kasepuhan (1) kesenian (18) komunitas adat (6) Kuningan (1) Lampung (5) Lampung Utara (1) lasmiyati (12) lawatan budaya (4) lawatan sejarah (3) lebak (7) lina herlinawati (11) lomba penulisan (1) Majalengka (5) mapag sri (1) mitos (1) moh ali fadhillah (1) mumuh (1) museum (1) nandang rusnandar (14) naskah kuno (6) nina merlina (7) pakaian (3) Patanjala (97) Pembekalan Teknis Penelitian (1) Pembekalan Teknis Perekaman (2) Penayangan Film dan Diskusi Kebudayaan (10) pengetahuan (4) pengobatan (4) pengrajin (3) perikanan (2) perilaku manusia (1) peristiwa sejarah (11) permainan (3) Perpustakaan (332) peta budaya jawa barat (1) Purwakarta (2) religi (11) Resensi Buku (1) ria andayani (13) ria intani (10) Risa Nopianti (1) rosyadi (9) sejarah (75) sektor informal (5) Seminar Hasil Penelitian (2) Seminar Sejarah (1) Seminat Hasil Penelitian (1) seni pertunjukan (5) Serang (2) subang (7) Sukabumi (5) sumedang (5) Suwardi Alamsyah P (14) Tangerang (1) Tasikmalaya (7) teknologi (4) Tinjauan Buku (2) Tjetjep Romana (8) tokoh sejarah (1) toto sucipto (12) tradisi lisan (6) upacara tradisional (8) Video (3) WBTB (1) Yanti Nisfiyanti (9) yudi putu satriadi (12) Yuzar Purnama (13)
 

BPNB Jawa Barat - Copyright  © 2012 All Rights Reserved | Design by OS Templates Converted and modified into Blogger Template by BTDesigner | Back to TOP