'ENTER TEXT HERE'
WILAYAH KERJA: PROVINSI JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN, DAN LAMPUNG

Kajian Nilai Budaya Naskah Kuna Meongpalo Karellae

JudulKajian Nilai Budaya Naskah Kuna Meongpalo Karellae
PengarangSri Saadah Soepono, Margariche Panannangan, dan Kartika Yulistyawati
PenerbitProyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1999
Tebalvii + 110 halaman
Desain SampulLestari
Continue reading >>

Kosmologi Orang Wemale di Seram Barat

JudulKosmologi Orang Wemale di Seram Barat
PengarangKantor Wilayah Propinsi Maluku
PenerbitProyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Maluku, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
CetakanPertama, 1999
Tebaliii + 74 halaman
Desain SampulLestari
Continue reading >>

Pesindo Aceh 1945-1952: Organisasi Nasional di Tingkat Lokal

Oleh Sudirman

Abstrak
Penelitian berjudul “Pesindo Aceh 1945-1952: Organisasi Nasional di Tingkat Lokal” membahas Pesindo Aceh. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan mengapa muncul Pesindo di Aceh sehingga menjadi kekuatan politik dan peranannya dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk pengumpulan data digunakan metode sejarah. Penggunaan metode sejarah dimaksudkan supaya mendapatkan data yang akurat. Melalui metode sejarah dilakukan studi secara mendalam sehingga diperoleh pemahaman yang menyeluruh dan akurat tentang Pesindo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosial-politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik elit Aceh bergabung ke dalam Pesindo karena asas kedaulatan rakyat yang ditawarkannya. Masyarakat bergabung ke dalam Pesindo yang sosialisme bukan berarti fundamen orientasi politik elit Aceh yang terikat kepada nilai atau simbol suku, kekerabatan, dan agama menjadi hilang. Kekhawatiran bahwa PKI (Partai Komunis Indonesia) akan mengambil alih Pesindo sebagai wadah organisasinya di Aceh merupakan bagian dari alasan diterimanya Pesindo di Aceh. Pesindo berperan aktif dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, terutama pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia.

Kata kunci: Pesindo Aceh, organisasi nasional, politik.

Diterbitkan dalam Patanjala Vol. 6, No 1, Maret 2014: 49-64
Continue reading >>

Dinamika Teater Mendu di Kalbar (1712-2014)

Oleh Dewi Juliastuty

Abstrak
Mendu adalah teater tradisional di Kalimantan Barat. Mendu berasal dari Kabupaten Pontianak, terpusat di Dusun Malakian Desa Sengkubang Kecamatan Mempawah Hilir. Masa jaya teater mendu pada tahun 1876–1942. Tahun 1980 mendu bangkit kemudian menjadi primadona dan berkembang pesat di Provinsi Kalimantan Barat selama tahun 1980-an. Perlahan mendu meredup dan akhirnya mati suri. Masalah dalam kajian ini adalah bagaimana dinamika mendu di Kalbar. Tujuannya adalah mendeskripsikan dinamika mendu di Kalimantan Barat. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan studi dokumentasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan didukung oleh pendekatan sosiologi sastra serta menggunakan teori sosiologi teater. Kajian ini merupakan kajian awal sehingga berpeluang dilakukan kajian lanjutan. Simpulan penelitian ini adalah mendu Kalimantan Barat merupakan penggabungan antara wayang Cina dengan syair Melayu. Keberadaan mendu di Kalbar mengalami pasang surut. Semakin derasnya arus globalisasi membuat mendu semakin tersisih pada zaman modern. Jika hal ini dibiarkan, maka kesenian mendu bukan hanya mati suri bahkan punah. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan tindakan nyata pemerintah dan masyarakat untuk menghidupkan kembali dan melestarikan mendu.

Kata kunci: mendu, teater tradisional.

Diterbitkan dalam Patanjala Vol. 6, No 1, Maret 2014: 33-48
Continue reading >>

Mitos Oheo dan Asas Hubungan dalam Konsep O Rapu: Menguak Posisi Perempuan dalam Keluarga Suku Tolaki

Oleh Heksa Biopsi P.H.

Abstrak
Mitos Oheo adalah kisah tentang salah satu versi asal-usul suku Tolaki. Sumber mitologi yang diperoleh dari orang-orang tua suku Tolaki ini memuat kisah Oheo dan Anawaingguluri yang dalam salah satu buku sumber dikatakan sama dengan Putri Wekoila, seorang perempuan yang menjadi cikal bakal suku Tolaki. Meskipun mitos Oheo sudah tidak sekuat dulu diyakini oleh suku Tolaki, mitos ini memuat hal-hal yang pada akhirnya menjadi acuan aturan adat yang sudah ditetapkan. Penelitian difokuskan pada salah satu aspek aturan adat suku Tolaki, yaitu konsep o rapu. Penelitian ini bertujuan mengungkap asas hubungan dalam konsep o rapu yang terepresentasi dalam mitos Oheo. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian budaya, khususnya teori intertekstual. Hasil analisis menunjukkan bahwa di dalam mitos Oheo terdapat representasi asas hubungan meowali, meo’ana meo’ana, meo’ina meo’ana, dan mbeo’ana. Pembahasan hasil analisis diarahkan pada hubungan representasi konsep o rapu di dalam mitos dengan posisi perempuan di dalam keluarga suku Tolaki. Dari hasil dan pembahasan diketahui bahwa perempuan dalam keluarga suku Tolaki berada pada posisi terhormat dikaitkan dengan proses perawatan anak sebagai regenerasi keluarga, tidak tabu berada pada wilayah kerja nondomestik, dan posisi yang berhak mendapat perlindungan dari anggota keluarga laki-laki.

Kata kunci: mitos Oheo, konsep o rapu, posisi perempuan, suku Tolaki.

Diterbitkan dalam Patanjala Vol. 6, No 1, Maret 2014: 17-32
Continue reading >>

Label

1990 (11) 1991 (1) 1992 (19) 1993 (32) 1994 (1) 1995 (26) 1996 (11) 1997 (31) 1998 (22) 1999 (26) 2000 (20) 2001 (20) 2002 (12) 2003 (12) 2004 (7) 2005 (19) 2006 (1) 2007 (36) 2008 (13) 2009 (31) 2010 (28) 2011 (45) 2012 (35) 2013 (7) 2014 (14) 2015 (5) aam masduki (12) ade MK (2) adeng (11) Agenda (24) agus heryana (13) Ani Rostiati (7) arsitektur tradisional (2) Artikel (73) bahasa (6) banceuy (1) bandar lampung (2) Banten (9) Bartoven Vivit Nurdin (1) Berita (84) Bimbingan (7) Bogor (1) budaya (187) Buddhiracana (13) Bunga Rampai (1) ciamis (4) Cianjur (3) cimahi (1) cirebon (11) dialog (9) Dibyo Harsono (6) DKI Jakarta (4) download (3) ekonomi (11) Endang Nurhuda (4) endang supriatna (7) enden irma (9) euis thresnawaty (8) Festival Kesenian Tradisional (2) folklore (4) Galery (5) Garut (8) gembyung (1) geografi sejarah (9) gua sunyaragi (1) halwi dahlan (6) hermana (9) herry wiryono (10) heru erwantoro (12) iim imadudin (7) Indramayu (4) Info (9) irvan setiawan (5) iwan nurdaya (1) Iwan Roswandi (6) jawa barat (28) Jurnal Penelitian (186) Kabupaten Bandung (4) kampung (1) kampung kuta (1) kampung mahmud (2) kampung naga (1) Karawang (2) kekerabatan dan organisasi sosial (10) keraton kacerbonan (1) keraton kanoman (1) keraton kasepuhan (1) kesenian (17) komunitas adat (6) Kuningan (1) Lampung (4) Lampung Utara (1) lasmiyati (12) lawatan budaya (4) lawatan sejarah (3) lebak (7) lina herlinawati (11) lomba penulisan (1) Majalengka (5) mapag sri (1) mitos (1) moh ali fadhillah (1) mumuh (1) museum (1) nandang rusnandar (14) naskah kuno (6) nina merlina (7) pakaian (3) Patanjala (84) Pembekalan Teknis Perekaman (1) Penayangan Film dan Diskusi Kebudayaan (9) pengetahuan (4) pengobatan (4) pengrajin (3) perikanan (2) perilaku manusia (1) peristiwa sejarah (11) permainan (3) Perpustakaan (301) peta budaya jawa barat (1) Purwakarta (2) religi (11) Resensi Buku (1) ria andayani (13) ria intani (9) rosyadi (8) sejarah (69) sektor informal (5) Seminar Hasil Penelitian (2) Seminar Sejarah (1) Seminat Hasil Penelitian (1) seni pertunjukan (5) Serang (1) subang (6) Sukabumi (5) sumedang (5) Suwardi Alamsyah P (14) Tasikmalaya (7) teknologi (4) Tinjauan Buku (2) Tjetjep Romana (8) tokoh sejarah (1) toto sucipto (12) tradisi lisan (6) upacara tradisional (8) WBTB (1) Yanti Nisfiyanti (8) yudi putu satriadi (12) Yuzar Purnama (13)
 

BPNB Bandung - Copyright  © 2012 All Rights Reserved | Design by OS Templates Converted and modified into Blogger Template by BTDesigner | Back to TOP